Beli Buku Sekarang---Daftar Isi---Gabung Di FB---Judul Pidato---Tips Pidato Memukau---Pidato Gratis
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Inilah Pidato Upacara yang Berdaya Gugah?Klik sekarang disini
---------------------------------------------------------

Sekarang Bantu Seorang Teman Dapatkan Pidato Terbaru, Tulis Email Anda Disini!

Jumat, 27 Mei 2011

Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan Kartini Dalam Diri Kita

Tema pidato : Hari Kartini
Judul pidato : Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan Kartini Dalam Diri Kita
Pelaku pidato : Guru


Assalamu alaikum wr.wb.

Bapak-ibu guru yang saya hormati
Bapak-Ibu Staf Tata Usaha yang saya hormati
Anak-anakku seluruh siswa SMA Negeri 11 Semarang yang bapak banggakan

Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Rahmat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada seorang Nabi yang tidak akan ada Nabi sesudahnya, Nabi Muhammad Saw. , kepada keluarga dan sahabatnya seluruhnya.

Begitu kita mendengar orang menyebut "21 April", maka yang terlintas di benak kita adalah salah satu pahlawan wanita, pejuang yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita. Siapakah beliau? Kalian tentu sudah tahu. Beliau adalah R.A Kartini.

Hari ini, pada upacara kali ini marilah bersama-sama kita menyegarkan kembali ingatan kita, menyelam ke dalam peristiwa sejarah dimana ada sosok wanita yang sangat gigih memperjuangkan kaum wanita. Ini adalah sebuah pelajaran penting sebagai cermin yang seharusnya mampu membangkitkan semangat kita.

Anak-anak ku yang bapak banggakan
Setiap Tanggal 21 April Bangsa Indonesia memperingari Hari Kartini, dimana sebagai Pahlawan Perempuan pertama yang mensejajarkan derajat perempuan dengan kaum pria.

Siapakah sesungguhnya sosok R.A kartini?
R.A Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan jawa, puteri dari Raden Mas Sosroningrat, Bupati Jepara.

R.A Kartini merupakan anak perempuan tertua, dan merupakan keturunan keluarga yang cerdas juga pintar dalam bidang bahasa. Di usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Beliau belajar bahasa Belanda, tetapi tidak lama setelah itu ia harus tinggal dirumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan perempun agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Inilah sepintas siapakah sosok pahlawan kita ini.

Perayaan hari kartini ini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita.

Perayaan hari Kartini bukan semata-mata memperingati perjuangan Kartini, tapi sekaligus memperingati perjuangan para pahlawan wanita lainnya. Bahkan mungkin juga memperingati perjuangan kaum pria yang membantu para pejuang wanita kita.

Apakah memperingati Hari Kartini berarti mengecilkan nilai kepahlawanan para pahlawan wanita lainnya? Hal ini justru untuk mengingatkan kembali betapa banyak srikandi Indonesia yang pernah berjuang untuk negara kita tercinta ini.

Mengapa Kartini?
Karena Kartini yang menorehkan pena memperkenalkan keberadaan perjuangan wanita di Indonesia kepada dunia!

Walaupun hanya menuliskan pandangan pribadi, mampu memperlihatkan visinya yang sungguh maju pada dunia. Dia sudah sepantasnya menjadi kebanggaan negeri ini.

Mengenang Kartini bisa menjadi saat untuk mengenang perjuangan Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Dewi Sartika, Ny. Walandau Maramis, Christina Martha Tiahahu, dan semua pahlawan wanita lainnya. Pahlawan tidak pernah berjuang untuk menorehkan nama emas, tapi untuk memperbaiki kehidupan orang banyak!


Apakah hari kartini sama dengan hari ibu?
Hari ini sungguh unik karena berbeda makna dengan makna Hari Ibu. Walaupun terkait dengan Kongres Wanita Indonesia, Hari Ibu pemaknaannya lebih banyak berawal dari budaya Mother’s day di luar negeri.

Juga berbeda dengan makna hari Sumpah Pemuda, karena hari Sumpah Pemuda adalah titik mula pergerakan ke arah persatuan perjuangan bangsa sebagai satu kesatuan nasional, di mana bangsa kita bersepakat untuk menyatukan keragamannya ke dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Sedangkan Hari Kartini adalah hari kita memaknai perjuangan para pahlawan wanita Indonesia.


Anak-anak ku yang bapak cintai
Ada salah satu hasil perjuangan Kartini yang bapak yakin, kalian sudah menyaksikannya. Misalnya, beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, kaliah sudah melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan. Ada yang pernah menjadi presiden, ada yang menjadi direktur diperusahaan, ada yang menjadi menteri, ada yang menjadi ketua organisasi, dan sebagainya. Sekarang hal-hal sepeperti ini bukanlah hal yang begitu tabu lagi.

Sekarang, merayakan hari Kartini biasanya identik dengan berpakaian daerah yang berwarna-warni, dan menyanyikan lagu-lagu daerah serta lagu Ibu Kita Kartini. Ada pula peragaan busana adat, lomba cipta karya, puisi kepahlawanan dan sebagainya. Ibu-ibu dan anak-anak wanita ramai-ramai menggunakan pakaian Adat. Apakah hanya ini saja makna dari peringatan hari Kartini.

Kita senang memperingati hari Kartini dengan begitu semangat dan semarak. Tetapi ada satu lagi hal penting yang perlu kita maknai, yakni semangatnya ini yang harus menular kepada kita untuk membangun perubahan. Perubahan itu tentu di mulai dari perubahan diri sendiri menjadi orang yang lebih baik, kemudian perubahan kepada keluarga dan lingkungan di sekitar kita.

Kiranya, bukan hanya seremonialnya saja yang kita rayakan, semangatnya pun harus menular kepada kita. Semua hari besar yang kita peringati, bapak kita sama, harus menjadi pembangkit semangat buat kita.

Dengan semangat Kartini mudah-mudahan kita dapat mulai menghidupkan kembali semangat yang sudah mulai redup. Semangat perjuangan kartini menyala dalam diri kita.

Apa yang kiranya bisa kita lakukan mulai saat ini?
Pertama, semangat kebersamaan, semangat kebinekha-an semoga membuat kita bisa menahan diri dari pergaulan yang negatif, bisa menahan diri untuk tidak terjadi perselisihan antar teman apalalgi sampai terjadi tawuran, bisa menahan diri untuk tidak ikut-ikutan menjadi anggota geng motor, dan sebagainya. Pilihlah secara selektif teman dan tempat bergaul kita. Jangan sampai salah arah dan salah kaprah.

Kedua, semangat kartini untuk meningkatkan pendidikan semoga membuat kita semakin semangat untuk belajar. Membuat kita terpicu untuk meraih prestasi, di sekolah maupun diluar sekolah. Kesungguhan perjuangan tanpa henti beliau, selayaknya membuat semangat kita terus mengelora untuk melakukan perbaikan dan untuk menggapai prestasi tertentu, untuk meraih keberhasilan kalian di masa yang akan datang.

Inilah yang bisa bapak sampaikan pada kesempatan ini, semoga apa yang kita simak tadi bermanfaat. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamu 'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar