Beli Buku Sekarang---Daftar Isi---Gabung Di FB---Judul Pidato---Tips Pidato Memukau---Pidato Gratis
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Inilah Pidato Upacara yang Berdaya Gugah?Klik sekarang disini
---------------------------------------------------------

Sekarang Bantu Seorang Teman Dapatkan Pidato Terbaru, Tulis Email Anda Disini!

Jumat, 27 Mei 2011

Bagaimana Berbakti Kepada Orang Tua

Tema pidato : Akhlak dan Etika | Perilaku Terpuji
Judul pidato : Bagaimana Berbakti Kepada Orang Tua
Pelaku pidato : Bapak guru

Assalamu alaikum wr.wb.

Bapak-ibu guru yang saya hormati
Bapak-Ibu Staf Tata Usaha yang saya hormati
Anak-anakku seluruh siswa SMA Negeri 21 Batam yang bapak banggakan

Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Rahmat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada seorang Nabi yang tidak akan ada Nabi sesudahnya, Nabi Muhammad Saw. , kepada keluarga dan sahabatnya seluruhnya.

Sebuah kenyataan yang kita ketahui bersama. setiap manusia sudah pasti memiliki orang tua. Kita menyadari tidak satupun manusia yang lahir tanpa orang tua.

Kita pun menyadari bahwa orang tua berkuah keringat, siang dan malam banting tulang, memeras pikiran, sekuat tenaga memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti layaknya anak-anak yang lain. Mereka lakukan dengan ikhlas. Ini sungguh pekerjaan yang tidak mungkin ada bandingannya.

Anak-anak ku yang bapak banggakan
Untuk itulah mengapa kita harus sudah menyadari betapa pentingnya kita untuk bisa berbakti kepada orang tua.

Kita sudah diajarkan oleh guru kita bahwa Alloh yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (Al Isro’: 23)

Anak-anak ku yang bapak cintai..
Mari sekarang kita periksa arti Penting dan Kedudukan Berbakti Pada Orang Tua. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal sholih yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua. Alloh Ta’ala berfirman: “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36).

Di dalam ayat ini perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla.

Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabilillah, Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970).

Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.

Anak-anak ku yang bapak banggakan..
Marilah kita mulai sekarang untuk menahan diri tidak sekali-kali kita berbuat durhaka kepada orang tua. Ingatlah begitu dahsyatnya ancaman bagi siapapun yang durhaka kepada orang tua.

Kita mungkin melihat betapa ngerinya dampak dari kedurhakaan kepada orang tua. Rosululloh menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Alloh.

Dalam hadits Abi Bakrah, beliau bersabda:
“Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, duraka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)

Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagaa perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu ‘Umar menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, 2.898)

Alloh pun menegaskan dalam surat Al Isro’ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua.

Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua.

Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan menangis orang tua. Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya.

Memang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh, akan tetapi bagaimana sikap kita dalam menolak itu pun harus dengan cara yang baik dan tidak serampangan. Bersegeralah kita meminta maaf pada keduanya, ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.

Marilah mulai dari sekarang kita mencoba untuk memperbaiki sikap, perilaku dan perkataan kita kepada orang tua. Buatlah mereka senang memiliki anak seperti kita. Buatlah mereka bangga mempunyai anak seperti kita. Tidak ada cerita bahagia bagi seorang anak yang menyakiti orang tuanya.

Demikian yang dapat bapak sampaikan. Semoga apa yang baru saja bapak sampaikan ada manfaatnya. Mohon maaf jika ada perkataan yang tidak berkenan.

Assalamu'alaikum wr.wb.

1 komentar:

  1. terimakasih sekali atas artikel pidato nya
    akhirnya tugas sekolah selesai juga

    BalasHapus