Beli Buku Sekarang---Daftar Isi---Gabung Di FB---Judul Pidato---Tips Pidato Memukau---Pidato Gratis
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Inilah Pidato Upacara yang Berdaya Gugah?Klik sekarang disini
---------------------------------------------------------

Sekarang Bantu Seorang Teman Dapatkan Pidato Terbaru, Tulis Email Anda Disini!

Jumat, 10 Agustus 2012

Rahasia Pemikat Setiap Pidato Zainudin MZ

Kabar meninggalnya KH Zainuddin MZ atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kyai Sejuta Umat mengagetkan semua pihak.

Namun yang dirasakan adalah beliau seakan-akan masih tetap ada dan terus memberi pencerahan melalui rekaman ceramah-ceramahnya. Beliau penyampaian dakwahnya yang terasa khas.

Sebagaimana pernah dipaparkan republika.co.id, Zainuddin memang terkenal piawai berdakwah ke berbagai kalangan dengan bahasa sederhana.

Seperti dikutip dari  Dakwah dan Politik Dai Berjuta Umat, Zainuddin mengaku belajar pidato dengan menyontoh gaya pidato KH Syukron Ma'mun dari Pondok Pesantren Darul Rahman Jakarta. Menurut dia, gaya pidato KH Syukron sangat enak dan dapat dimengerti semua pendengar.

Selain mengutip gaya KH Syukron, Zainuddin juga belajar gaya pidato Buya Hamka, KH Idham Chalid, dan Soekarno, presiden pertama RI. Ia mengaku membaca buku-buku yang ditulis para tokoh ini. Dari Buya Hamka ia mempelajari gaya bahasa. Sementara dari Soekarno ia meniru gaya pidato yang berapi-api.

Sementara dari Idham Chalid ia mengagumi gaya pidato yang menggunakan logika berpikir yang logis. Di usia 17 tahun, ketika duduk kelas dua madrasah aliyah, Zainuddin mendapat tugas untuk mengisi pengajian di Cipete dan Cilandak.

Tak disangka-sangka, jamaah pengajian sangat menyukai khotbah Zainuddin. Padahal, ia akui, persiapannya biasa saja, dan membuat jamaah tertawa sesekali dalam isi ceramah itu. Dari sinilah bakat pidato Zainuddin makin terasah. Ia pun dapat undangan isi ceramah di sejumlah kampung di Jakarta.

Zainuddin yang nama lengkapnya Zainuddin Muhammad Zein adalah sosok asli Jakarta. Ia lahir di ibu kota pada 2 Maret 1951. Anak tunggal pasangan Turmudzi dan Zainabun ini sudah menampilkan bakat pidatonya sejak kecil. Tak jarang Zainuddin kecil naik ke meja berpura-pura pidato.

Ia menghabiskan masa kuliahnya di IAIN Syarif Hidayatullah. Sementara gelar doktor kehormatan mampir ke dirinya dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Kemahiran Zainuddin berpidato menyeretnya ke dunia politik sejak masa Orde Baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar